//
you're reading...
Musik

Album Terbaru Group Musik Metallica “DEATH MAGNETIC”


Raja heavy metal Metallica telah kembali melalui album Death Magnetic yang dirilis hari Jumat (12/09). Tak pelak lagi album ini menarik minat besar headbangers karena berisik dan lebih gelap sesuai tuntutan pasar yang telah lama menunggu kedatangan Metallica.

Keempat personel Metallica masih terdiri atas James Hetfield (vocal/gitar), Lars Ulrich (drum), Kirk Hammet (gitar), dan Robert Trujillo (bas) yang masuk tahun 2003 menggantikan Jason Newsted. Sebagian kritikus menganggap Magnetic membawa band asal California yang dianngap salah satu “empat besar” (bersama Slayer, Megadeath, dan Anthrax) ini back to basics.

Seberapa jauh kebenaran asumsi ini masih perlu dikaji Anda sendiri bisa mencoba dengan mengunduh singel “The Judas Kiss”, “The Day That Never Comes”, “Cyanide”, atau “My Apocalypse” melalui iTunes – atau mengunduhnya secara ilegal lewat internet-untuk menilainya sendiri.

Namun, jika dikatakan Magnetic dianggap sebagai “penemuan diri kembali” Metallica, itu ada benarnya. Album ini diproduksi Rick Rubin, tokoh yang selama dua tahun terakhir serius memoles mereka. Rubin dan keempat personel mempelajari serius mengapa album terakhir yang dirilis lima tahun lalu, St Anger (2003) gagal di pasar.

Rubin adalah produser kelas ikon yang pernah menangani sejumlah artis top, eperti Public Enemy, Jonny Cash and Red Hot Chili Peppers. Ia, misalnya belum tentu kalah dibandingkan dengan Brian Eno. Rubin mendorong keras Metallica melewati batas-batas yang belum pernah dicoba sebelumnya sembari memetik inspirasi dari album pertama, Master of Puppets (1986), yang mencatat sukses komersial dan artistik fenomenal.

Resepnya bukan menulis kembali lagu yang serupa dengan yang dulu, tetapi menulis dengan semangat seperti waktu itu,” ujar Rubin kepada The New York Times. Jika anda sudah mencuri dengar Magnetic, resep Rubin itu ternyata cukup mengena. Kesan paling umum bahwa album ini mencoba back to basics dapat ditelusuri, misalnya dari solo gitar Hammet yang nyaris tak berjejak di St Anger.

Peti Mati

St Anger dan album sebelumnya, Load (1996) dan Reload (1997), rada linear. Di Magnetic, Metallica berubah hampir 180 derajat dengan raungan gitar, gebukan drum, serta teriakan vokal yang membuat mereka digolongkan ke subgenre trash metal. Headbangers sejati akan terpuaskan dengan ritme musik yang jauh lebih cepat daripada denyut jantung mereka.

Sampul album itu berciri khas metal bergambar peti mati yang dikelilingi medan magnet yang mengingatkan orang pada gambar makam pada sampul album Master of Puppets (1986). Metallica yang telah menjual sekitar 57 juta keping album, menganngap Magnetic sebagai penutup era ketidakharmonisan antarpersonel. Kala itu mereka nyaris bubar karena hubungan buruk antara Hetfield dan Ulrich yang memerlukan penganganan khusus oleh psikiater.

Band ini mencoba menemukan diri beberapa kali, dimulai dari album Load yang terpengaruh rock dan berpuncak pada St Anger. Kini mereka telah menemukan diri: Magnetic dapat disejajarkan dengan sukses invasi pasukan Rusia ke Georgia – serangan mendadak dari raksasa yang bangun dari tidurnya,” tulis majalah Rolling Stone.

Metallica menetapkan rilis Magnetic pada 12 September dan telah merilis klip video sejumlah singel sejak Agustus. Namun, album ini dirilis lebih awal oleh sebuah toko penjual di Perancis, 2 September lalu atau dua pekan sebelum tanggal rilis resmi. Akibatnya, distributor Metallica di Inggris, Vertigo Records, memajukan juga tanggal rilis menjadi 10 September.

Kekacauan tanggal rilis ini dapat menimbulkan tuntutan hukum, baik oleh Metallica maupun label mereka, Warner. “Jika album itu sampai dijual sepuluh hari lebih awal dari tanggal resmi, berarti ia laku. Untuk ukuran tahun 2008, itu namanya kemenangan,” kata Ulrich.

Metallica dipengaruhi oleh band-band heavy metal tahun 1970-an, seperti Black Sabbath, Deep Purple, dan Led Zeppelin. Setelah generasi ini, pengaruh terhadap Metallica dikentalkan lagi oleh band-band heavy metal asal Inggris lainnya seperti Venom, MotÖrhead, Diamond head, dan Iron Maiden. Salah satu kelebihan Metallica adalah penulisan lirik yang berkaitan dengan isu-isu yang personal serta berbau politik, agama, militer, dan kegilaan sosial.

(Sumber: Budiarto Shambazy – Kompas)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: